Minggu, 07 Juli 2019

Catatan Juni'19

23/06/19
Katamu "Jaga jarak untuk menjaga"
Benar . . .
Yang kubutuhkan hanyalah ikhlas
membiasakan hal biasa menjadi tidak biasa.
Sedih?
Lumayan,

Tapi aku sedang berusaha,
Seperti satu pertanyaanku untukmu
"Apakah kamu akan tetap berusaha mengusahakan?"

Insyaa Allah, aku berusaha ~Jawabmu
:)

#aksaraa.a

24/06/19
Hari ini aku mulai memahami, menerima dan ikhlas. Kau tahu, saat kawanku bercerita tentangmu yang sama sama posting kiriman @asma.niin , membuatku merasa tenang dan lega. Aku pikir, baiklah kaupun merasakannya. Semangat untuk kita. "Kesepian dalam ketaatan jauh lebih bermartabat daripada ramai dalam kemaksiatan."

Malam ini tak sedingin kemaren, sibuk membuatku sama sekali tak mengantuk.

#aksaraa.a

25/06/19
Aku mendengar kau mengeluh dengan posting status whatsapp "jeleh" disertai emot mual. Apakah kau sedang sakit? maaf pertanyaan ini tak bisa kusampaikan secara langsung. Walaupun sebenarnya sudah gatal ingin bertanya kabar sekaligus bertukar kabar. Ya kabarku, yang hari ini pergi ke klinik dan menjadi satu satunya pasien karena salah jam. Hhe abaikan. Akan ku tahan dan ku simpan. Kita harus tetap diam dan menjaga jarak. Semoga tetap saling mendoakan. Kamu, sehat sehat yaa.

#aksaraa.a

26/06/19
Sekilas liat kutipan buku °Apakabar Rindu°
Ngena dan melow lagi.
Berasa belum terbiasa. Hhehe maaf. Tenang tapi aku baik baik saja, percaya pasti nanti aku akan terbiasa dengan jarak ini.

Btw. Ku ingin baca buku itu. Tapi kayaknya teman teman juga gak ada yang punya. Hussst, ini bukan kode.

#aksaraa.a

27/06/19
Libur menulis.
Walaupun langit sandekala terlihat manis untuk beraksara satu garis.

28/06/19
Dua mbaku (bukan yang biasa) kompakan bertanya hal yang sama, meski beda jam. Ya kurang lebih tanyanya "bagaimana?"  Gitu sih. Tentu maksudnya tentangmu.

Malam ini lagu pedih membuatku perih. Bukan karnamu. Tapi ujian keluarga yang sedang kami hadapi.

#aksaraa.a

29/06/19
Tak kupungkiri kau memang moodboosterku. Alhamdulillah hubungan kita baik baik saja (meski jaga jarak) dan aku jadi tau kau pun akhirnya bisa merindu (walaupun rindunya sama stiker melet) katamu "ledekan ledekan sok imut" sayangnya rindu kita kurang greget, mari mencoba menggregetkannya.

Terimakasih doa dan semangatnya. Semoga aku kuat, sabar, dan ikhlas menjalani ujian ini.

#aksaraa.a

30/06/19
Duka bapakku, duka keluargaku, dukaku. Ya kami berduka. Beliau (yang terkasih) sudah pulang dengan bahagia tak lagi merasakan sakit. Ikhlas dan kuat itu yang kami butuhkan saat ini. Ma, dengan sungguh aku melihat keempat jagoanmu menangis. Ma, bapak yang tak pernah terlihat menangis kali ini aku melihat raut wajah kesedihan yang tertahan. Jangan bertanya kabar empat srikandimu ma, sudah pasti tangisan tak henti dari kami.

#aksaraa.a

Sabtu, 26 Januari 2019

Abang

Bagiku kau tempat gelap
disana adalah titik terbaik melihat bintang

Suatu musibah selalu tersirat hikmah
tak ada yang kebetulan
semua sudah tertulis, Allah mengaturnya
Tersadar,
secara tak langsung
kau membantu penyembuhan

Jika aku baik baik saja
apakah aku akan mengenalmu?
Bukan. . .
Ini bukan bentuk perlarian
kita tak pernah saling mencari
dan kita bukanlah dua garis
yang tak sengaja bertabrakan
Semua adalah kuasa Illahi

Assalamu'alaikum warakhmatullah wabarakatuh.

Bismillahhirahmanirrahim, Alhamdulillah sabtu ini langit cerah dan cuaca cukup gerah dikamarku. Siang ini aku sedang belajar menyicil tulisan tentang seseorang. Siapa dia? dia seorang lelaki yang lebih tua dariku. Seseorang yang ku panggil abang. Panggilan yang setara dengan penulis penulis idolaku (haha patut bangga kau bang!) yaa bedanya si abang ini kesannya versi nyata. Umurku dua tahun dibawah dia, dia manggil aku "de" awalnya kurang suka, karena impianku yang boleh manggil "de" nanti ya cuma jodohku aja, huahaha biar keliatan manis manis gimana gitu uwuwuuu. Tapi, oke no problem mau manggil de, del*n, el*n, ag*s bebas sih yang penting jangan manggil sayang hiks makanan yang baru jatuh aja disebut sayang, ah elah apaan sih. Bahkan sekarang udah ikutan manggil mblo yah bang hehe.

Jadi gini, siapakah dia sebenernya? Teman lama teman baru atau teman . . . .?
Hemmm mari kukenalkan namanya Luthfi Chaer Adita. Anak pertama dari 3bersaudara, seorang lelaki yang menjadi teman baruku yang sudah agak lama kukenal. Jadi, ceritanya aku kenal karena dikenalkan. Temen kerjaku adalah kawannya abang. Jelas dong dia yang minta kenalan dulu,(bukan aku bukan aku tapi dia). Melalui pesan singkat whats app. Nah katanya sih waktu itu dia habis "potek" makanya "cari" kenalan baru, entah beruntung atau sial justru no ku lah yang dia dapatkan. Mulailah dia mencoba menghubungiku. Berjalan lancar dan tak terkesan jutek kan aku? wkkk. Sebenernya aku adalah orang yang jutek jika ada no baru masuk, apalagi orang asing. Tapi karena kupikir dia adalah kawannya temanku maka kucoba menanggapinya, menghormatinya, welcome sama orang baru ya meski dengan tetap adanya batasan. Jujur sih sebenernya udah males punya kenalan baru lawan jenis. Prinsipku kala itu kawan lawan jenisku cukup dua saja, bujang bujangku. Aku tak ingin mengenal yang lain. Tapi entahlah justru sikap dia yang membuatku membuka pikiran dan hati. Sikap dia, cara dia berkomunikasi seolah menunjukkan diri "ini loh aku, aku baik aku ingin berteman denganmu" seolah semua nyambung dan nyaman nyaman saja. Dan emang gak sesederhana itu dong, aku tetap mencari tahu "siapa" dia sesungguhnya, dari banyak cerita akhirnya aku bisa mengAcc bahwa aku akan berteman dengannya. Hahahhaa pemilih banget kan aku.

Sekian waktu berlalu, sampai akhirnya kita bertemu. Kala itu aku sedang keluar dengan sahabatku dan dia sedang main dengan temanku yang juga kawannya. Janjian disuatu tempat dan akhirnya menuju ke warung makan ora umum. Disana kami berempat saling ngobrol dan bercanda biasa. Lumayan bisa diterima nih kesan pertama bertemumya.

Pertemuan kedua dia berniat meminjam beberapa novelku. Aku tidak tahu apakah dia benar suka membaca atau baru akan suka membaca, tapi tentu dengan bahagia kupinjamkan beberapa yang kupunya. Hari itu hari buruh 1 Mei 2018 dia menghampiriku ke tempat kerja. Mengambil beberapa novel yang telah kusiapkan. Dia lucu, terlalu blak blakan datang datang dia berkata mules dan buru" pulang hahaha. Karena rumahnya dekat dia naik sepeda. Pertemuan tersebut, aku masih merasa biasa biasa saja. Bahkan terkesan "kok gini ya" apa bisa sih bakal jadi akrab. Ya aku meragukannya haha. Setelah itu hubungan kami tetap  dan masih baik baik saja, eh tidak begitu karena justru dihari itu pula aku mendapat kabar baik dari seorang dimasa lalu yang membuatku mau tidak mau harus jaga jarak sama si abang. Tapi ternyata suatu peristiwa suatu kejadian suatu bencana eeeeh bencana, berlebihan sekali hihi suatu kegagalan sebut saja hal buruk terjadi. Dan atas kuasa Allah dengan skenario yang maha dahsyat aku kembali "dekat" dengan abang. Sebenernya gak dekat dekat banget tapi ya gimana karena aku jarang chat dengan lawan jenis. Ya Allah, mohon jangan anggap ini pelarian atau pelampiasan tapi emang kebetulan aja dia yang ada. Selain keluarga dan sahabat si abang cukup nyambung di ajak curhat dan mengerti posisiku. Dengan kejadian menyakitkan aku mendapat banyak hikmah, dan disitu kami semakin akrab. Berbagi cerita ini itu banyak sekali.

Aku lupa bulan apa, eh sepertinya libur lebaran. Dia libur dan pulang Cilacap. Oh iya, abangku ini anak rantauan dia bekerja di kota pangkal perjuangan, Karawang city hihi. Tepatnya di salah satu PT di Cikampek. Dia "balian" banget kek burung dara. Wkkwkk. Waktu itu aku meminjamkan beberapa novel ke dia, kalo gak salah 3. Salah satu judulnya sebuah usaha melupakan, lainnya aku lupa. Dan pertemuan ketiga ini modusnya adalah pengembalian novel. Ceileh modus wkkk. Sebenernya aku bukan tipe anak yang suka atau sengaja ketemuan diluar, tapi gimana ya aku juga belum berani nerima dia dirumah (yang boleh kerumah orang orang spesial saja :v hahahaa) maka dengan Bismillah dan mikir "gapapa deh udah beberapa kali bertemu, udah akrab dan ada temanku yang kawannya dia juga ko" maka bertemulah kami di pantai ceker ayam. Tempat yang semoga pernah berkesan untukmu bang. Ceritanya mereka sudah sampai duluan, lagi foto foto banyak gaya, yang merentangkan tangan, loncat, candid dan ehem entahlah aku memantaunya dari kejauhan. Mau langsung kesana (trekdam) masih canggung sendirian banget, dan disana lagi rame ramenya. Lalu lalang muda mudi yang berpasangan tak lupa dengan embel embel gandengan. Kuputuskan untuk menelpon abang mengabari bahwa aku sudah sampai, tapi angin membuat sinyal dan suara tak jelas maka ku kirim lewat pesan. Dan akhirnya justru mereka yang menghampiriku ke arah parkiran. Rasanya disitu sama aku masih canggung. Angin kala itu cukup besar kurang cocok untuk menikmati deburan ombak. Berjalan saja sudah membuat oleng, tapi aku berusaha menikmati. Hari itu aku ke tempat biasa dengan orang orang yang berbeda. Para abang yang tak kusangka mampir ke proses hidupku. Disana kami menuju ujung trekdam duduk dengan pemandangan laut lepas. Angin yang besar, ombak yang tinggi. Takkan cocok untuk menggalau. Kami bertiga duduk berjajaran, temanku yang juga kawannya abang mengeluarkan jajanan yang sengaja dibawa untuk menemani obrolan kami. Kami banyak bercerita, meledek dan tertawa. Kau tahu saat saat seperti itu aku sedih teringat para bujang. (Disini ditempat ini kami pernah bersama, menikmati milkmax yang ditemani manisnya senja). Waktu semakin sore, sunset tak begitu terlihat, sebentar lagi adzan maghrib. Kami tak ada lagi tujuan, meski belum puas bermain kami memutuskan pulang. Pertemuan ketiga ini aku tak diantar oleh mereka, lebih tepatnya aku tak mau dan sungkan. Tak seperti pertama bertemu, mereka menjadi buntut sepanjang perjalanan kerumah, mengantarku dan menemani sampai tujuan meski kala itu ada drama juga dimana aku yang sudah berbelok kearah rumah ternyata mereka hanya mengantar sampai depan jalan. Dan disitu aku bisa melihat raut wajah mereka terutama si abang yang punya rasa tanggung jawab sebagai lelaki. Maksudnya mau mengantar, menemani, mengawasi dan melindungi. Waktu berlalu cepat. Kami kembali sibuk dengan aktivitas padat.

Hari ini tanggal 16 Januari 2019, hari kesekian aku menyicil menulis. Hari kesekian aku kemikirkanmu, mengingat kenangan yang sesungguhnya sudah terlupakan. Berat. Dan tau gak bang, pagi ini aku menulis diruang melati 1 yang dingin karena Ac, ketambah rok basah terkena hujan. Eaaaa kenape gue malah curhat. Dan mau tidak mau kegabutan pagi ini membuatku melanjutkan tulisan.

Sampai mana tadi, pertemuan ketiga? emm kira kira ada cerita apa ya diantara pertemuan ketiga dan keempat. Sepertinya tak ada yang spesial, yang kuingat kala itu kamu sedang semangat semangatnya membaca, dan ingin meminjam lagi beberapa novelku. Tapi karena jarak yang jauh jadi kukirim lewat paket. Eh btw apa kabar para novelku disana, baik baik sajakah kalian atau apakah kalian hanya tertumpuk dikardus lantai bagian pojok? hey seharusnya kalian protes. Mintalah untuk dibaca, mintalah untuk segera diselesaikan, rayulah si abang untuk minat membaca lagi. Ku tahu akhir akhir ini minat baca abang sudah menurun. Jadi sedih. Hiks.

Oiya aku jadi inget apa hal ini yang membuat kamu janji ngasih coklat? iya bukan ya hehehe. Iya jadi si abang janji mau kasih aku coklat entah kapan yang pasti dia akan kasih hahaha iya kan bang. Bicara bicara, aku pernah dikasih coklat gak yah sama cowo? *mikirkeras* yah ternyata udah pernah (berarti abang bukan yang pertama) aku dikasih sama bujang pertama, kala itu dia ngasih silverqueen yang chunkybar, balok hemm ku tak terlalu suka. Enakan yang silverqueen biasa (ini bukan kode looh ya) dan karna kutahu dia ngasihnya dengan makna tersirat bau bau tidak sedap, kuurungkan niat untuk memakannya sendiri. Nunggu dong kumpul bertiga baru deh ku bagi coklatnya dan yang ngasih ikut makan juga hahaha nyebelin kan aku berasa tidak menghargai pemberian, padahal niat dia khusus buat aku eh malah aku bagi bagi wkkk #akugakmaudiaanggapakuspesial. Besok kalo abang jadi ngasih, Insyaa Allah kita makan bareng coklatnya wkk.

Yuk ahh lanjut jangan bahas coklat mulu, nanti yang ada ngiler lagi. Kemana kita sekarang? jeng jeng kisah pertemuaan keempat? hahaha Tuh kan di balian banget rasanya baru kemaren pulang eh pulang lagi. Etssss tapi kali ini dia pulang mendadak sih karena ibunya habis jatuh jadi dia super khawatir (lelaki idaman) pulang lah dia ke Cilacap, setelah urusan ibu dan keluarganya selesai, sambil menyelam minum air, disaat dia pulang dia pun ingin main. Sore hari mengajakku menjadi tourguide. Sore itu kami pergi ke pantai ceker ayam, masjid agung dan alun alun.  Sama pertemuan kali ini aku masih belum cukup berani mengajaknya kerumah jadi kami berniat ketemuan. Sama, walaupun sebenernya gak biasa. Prinsipku Bismillah, toh udah beberapa kali ketemu dan sudah saling akrab. Si abang nyampe duluan aku belakangan, inget pertama masuk daerah ceker ayam disambut dengan panggung dangdut dengan ramainya orang. Bingung antara berani atau enggak. Sempet berhenti ingin balik tapi akhirnya ku nekatkan untuk permisi melewatinya di parkiran abang sudah menunggu dan sepertinya sudah lama hahaha aku telat. Saling sapa dan mengobrol, sebenernya aku udah niat mau bawa milkmax buat penyelimur suasana, apalah daya aku saja datangnya sudah telat bagaimana jika tertambah mengantri milkmax. Senangnya kembali bertemu, dengan perasaan yang sudah berbeda. Kali ini aku sudah tak canggung, kali ini aku sudah merasa dekat dan mengenal lebih dalam, kali ini kami sudah benar benar akrab. Kami kembali duduk di pinggiran trekdam, meski nostalgia kali ini tetap berbeda karna kami hanya berdua. Memandang ombak yang menabrak karang, eh bukan, tapi ceker ayam. Anginnya besar cukup membuat perut kembung. Meski sudah banyak cerita, berdua tanpa penyelimur rasanya tetap canggung. Si abang bertanya "gak bawa jajan?" seketika aku membela diri, dia datang terlalu awal jadi aku tak bisa mampir membawa buah tangan. Dan akhirnya kami memutuskan memesannya lewat gofood. Btw berarti bukan aku doang loh ya yang ngerasa canggung, dia juga hehe. Awalnya sih bingung mau cemilan makanan atau minuman, karena sama sama bingung ya sudah kuputuskan memilih milkmax saja seperti niat awalku. Dan akhirnya cukup lama berkutat dengan hp sibuk memesan. Bagiku obrolan kurang memuaskan karena benar sibuk memesan si penyelimur. Ombak didepan terabaikan, sampai akhirnya pesanan datang dan kami meninggalkan trekdam. Sempat kecewa karena niat awal ingin menikmati suasana ceker ayam yang sudah dirindukan, tapi apa daya banggofood sudah menanti disana dan kami harus buru buru meninggalkan posisi semula. Setelah milkmax ditangan kami kembali duduk dipinggiran melanjutkan obrolan yang tak bertema. Jam sudah menunjukkan waktu maghrib. Karena main memang sudah sore dan sebenernya masih ingin ketempat lain, kami akhirnya memutuskan ke masjid agung untuk sholat maghrib. Disana kami berpisah karena tempatnya berbeda. Jamaah sudah dimulai tapi aku kehabisan mukena jadi aku menunggu kloter selanjutnya, saat itu ku yakin abang sudah selesai duluan. Kukirim pesan singkat pemberitahuan aku akan telat keluar, lagi lagi aku telat haha. Selesai sholat kami ke alun alun mencari makan, menu bakso menjadi pilihan ketika sama sama bingung dengan banyaknya menu. Duduk dibawah pohon beringin dengan pencahayaan yang sedikit redup, duduk lesehan terasa lebih nyaman. Kalo dipikir ini tempat romantis juga, tapi tidak dengan orang orangnya hahaha. Moment dimana aku berasa benar benar punya abang. Masyaa Allah ternyata pertemuan ini membuat kami semakin akrab dan dekat, beda dengan saat saat pertemuan sebelumnya. Selesai makan waktu isya datang, abang memilih kembali berjamaah di masjid agung. Aku berpamitan pulang karena badan sudah merasa tak enak dan takut pulang terlalu malam. Saat di parkiran, bertemu kawan lama abang. Mereka temu kangen dan berujung meledek keberadaanku. Ya kami dikira memiliki hubungan lebih, ah sudah biasa aku tak ambil pikir. Kebetulan kawan abang dari komunitas benang putih yang sedang mengumpulkan donasi untuk korban bencana alam. Abang di ajak untuk bergabung, sebenernya aku ingin ikut tapi tetap aku memilih pulang. Selesai pertemuan kami, tengah malam aku merasa tak enak badan hingga akhirnya pagi hari aku meriyang. Eaaak bukan merindukan kasih sayang loh ya . . Badanku demam panas dingin sepertinya efek angin laut yang besar dan telat makan. Tapi ini sungguh membuatku libur magang dirumah, aku seharian tak pegang hp karena memilih istirahat dan tidur panjang. Membuka hp saat sore tiba, ada pesan masuk dari abang yang bertanya judul novel, setelah ku tahu ternyata abang siang tadi sedang berada di gramedia. Bahkan dia menyalahkanku yang tak membalas tepat waktu, katanya kalo tepat dia akan membeli novel yang aku rekomendasikan. Apalah daya aku membukanya telat. Eak telat lagi. Jadinya dia membeli novel yang sebenernya sudah kupunya. Hiks aku jadi gak bisa pinjem kan hemmm. Dan hari itu pula aku tahu abang pergi sama kawan cewe (adik kelasnya). Wah apakah aku cemburu hihihi, tidak. Aku jadi tahu, aku bukan satu satunya adik abang, ya walaupun abang adalah satu satunya abangku hiksss ko aku sedih sih ngetiknya. Hem maka dari itu aku berusaha untuk mengontrol perasaan, sekalipun kami sudah benar akrab.

Ada moment dimana abang memberi tahu lowongan kerja di mini market milik saudaranya, aku di rekomendasikan untuk mendaftar disana. Benar dengan adanya nama dia beberapa minggu setelah melamar aku mendapat panggilan, Disana aku menjadi kasir, yang kusuka mini market ini baru, semua belajar dari nol begitupun dengan aku yang tidak memiliki pengalaman di bagian ini, orang orangnya welcome, dan penuh lawak. Suasana nyaman, yang membuat sungkan aku benar benar masuk dan satu lingkungan dengan keluarga abang. Ada pakdenya, tantenya, kaka sepupu bahkan secara tak langsung aku jadi mengetahui semakin dalam cerita cerita dan kisah keluarga besar abang.
Moment tahun baru aku belum ada seminggu kerja. Dan saat libur si abang pulang kampung, sebelumnya abang memintaku menemani dia kerumah teman yang baru saja menikah. Aku mengiyakan dengan syarat ia ijin dahulu pada orang tuaku. Hari minggu 30 Desember 2018, malam hari ia kerumah walaupun sebenernya dengan banyak drama dahulu. Bagaimana tidak sore hari ia baru saja pulang menonton bola, aku tahu dia lelah apalah aku seorang wanita yang seolah sudah diberi janji, sudah menjadi targetku hari itu bahwa sore menuju malam aku pergi menemaninya, padahal cukup sibuk aku hari itu siang hari pun aku meet up dengan wanita wanita kesayanganku. Tapi ternyata mendadak dia akan membatalkan hahaha aku gak masalah sebenernya, toh yang butuh mau pergi juga dia bukan aku. Tapi disini aku bilang, aku tetap lah wanita yang seolah sudah ada planning jadi agak kecewa sih, trus om Auf posting video yang seakan posisi aku banget, iseng ngirim ke dia. Eh doi langsung peka wkk eh abang maksudnya, dia langsung bilang mau kerumah yang awalnya manda mundu, do you know manda mundu?? Sudah sampe rumahkupun dia masih drama antara mau tetap main dirumah saja, atau pergi keluar, ke alun alun. Ehhh ehhh padahal waktu udah jam 7lebih melebihi target awal, dia memutuskan untuk tetap kerumah temannya yang sebenernya cukup jauh. Dan akhirnya pamit pada ibuku. Kami pergi dengan modal google maps yang justru bikin nyasar dengan arah yang lebih jauh, dan disitupun aku gagal menjadi pemandu. Abang yang mengendarai motor dan aku yang pegang hp berulang kali harus berhenti dan berulang kali harus balik hahahha. Maafkan aku. Sebelum sampai aku sudah bilang kebelet pipis, dia jawab iya nanti kalo udah sampai. Sebenere malu sih bilang, tapi terlanjur nyeplos aja. Dan sesampainya disana sebenernya masih bisa ditahan tapi justru abang yang mendahului dan memerintahkan cepet ke belakang. "Yakin mau di tahan" dengan tatapan perintah. Sebenernya ingin ngakak karna ini terlalu blakblakan untuk aku dan dia, tapi seneng juga entah apa yang membuat aku ngerasa fix dia abangku. Esok harinya aku berangkat kerja, siapa sangka hari itu dia bolak balik ke toko karena beberapa urusan. Menjemput tantenya yang mau pijet, nganter lagi ke toko, mampir nganterin keponakan dan nganterin helm.
Pas awal cuma diluar, jadi aku masih biasa aja toh diluar gak saling sapa gapapa. Keduanya di masuk toko dengan lagat sok sibuk tapi aku tau dia benar sibuk, sayang sekali polah dia seolah mencueki ku. Beda sekali dengan semalam, ku tahu karna di dalam toko ada tantenya mungkin dia jaga sikap biar gak terkesan akrab denganku. Tapi disitu aku merasa potek karena hal yang aku benci adalah tercueki oleh orang yang sebenernya akrab. Disitupun aku gak bisa ambil sikap, jadi ikut diem meski sesekali meledek tapi percuma. Dia membeli beberapa eskrim yang juga dibagikan kepada kasir. Tentu para kasir menunjukku untuk mengkasiri si abang, karna suatu kesalahan ada sikap panik saat itu dan akhirnya menjadi sebuah gosip di keluarganya. Yang ketiga kalinya aku emang lagi dibelakang makan eskrim, cukup kaget saat ia mampir meski diluar tapi dia bersama orang tuanya dan adiknya. Was was hati ini hahaha. Alhamdulillah gak masuk dalam, dan yang terakhir saat tantenya memintaku ngechat si abang untuk anter helm. Beberapa saat kemudian dia datang, karna perasaanku sudah kecewa di awal dan kebetulan aku sibuk belajar kasir. Ngeeeh waktu dia datang meski cuma di luar aku nengok hanya melihat di kaca, satu satu nya ekspresi yang kusuka saat dia datang. Tapi bagaimanapun aku berusaha mengabaikan dengan kesibukanku toh dia juga gak akan menyapaku.

Moment siang itu benar benar mengecewakan rasanya sebal dengan dia hahaha. Sampai aku mutung dan membatalkan mengajak dia kondangan. Tapi entah kenapa dia kekeuh untuk ikut. Beberapa kali melarangnya karena aku terlanjur bete dan takut di culik untuk ke acara keluarganya hahahha (udah kepedean dulu), akhirnya dia berangkat bersama temanku yang kawannya dia juga. Ternyata dia bisa membaca ekspresiku meski tertutup masker. Ku coba mencairkan suasana dan bersikap biasa saja. Tapi kata si abang aku nyebelin udah jalannya nyelonong ninggalin dia, berasa nganggep dia gak ada hahaha. Sebete betenya aku tapi sungguh aku gak niat ninggalin, ya karna aku cewe dia cowo kirain ya bakal jalan sama cowo juga dianya, eh ternyata aku memberikan kesan menyebalkan. Malam itu kami mendapat moment foto bertiga ditambah pengantinnya. Dan beberapa foto paparazi hasil jepretan temanku yang kawannya abang juga.
Dan ini terakhir kami bertemu, esoknya abang kembali merantau.

Semakin hari setelah pertemuan panik itu, aku semakin baper karna faktanya semakin dekat pula aku dengan keluarga abang. Ku selalu mencoba untuk menguatkan hati dari kamu yang belum juga ehhhh lah dalah malah nyanyi. Intinya berusaha tetep mengontrol diri bahwa dia abangku berusaha senetral mungkin. Seperti biasa setiap malam kami chattingan hingga pada suatu malam saat aku shift malam dia juga menemani. Trus ada malam juga dimana aku lagi sensi dan abang becandain aku yang intinya disini aku udah anggap dia abang tapi dia gak anggap aku adik, sedih gak sih cuy. Berasa bertepuk sebelah tangan, dan ntah kenapa kami biasa becanda tapi kali itu benar ku masukan hati dan membuatku mengeluarkan air mata. Lebay dong aku hahahaha. Tapi itung itung menyehatkan mata sih, udah lama gak nangis. Dan udah lama gak dibuat nangis sama cowo, eh  ini abang jadi tersangka. Mau nyuekin dia nya ngeeeh kalo aku mutung hihi. Akhirnya dia menyesal dan minta maaf, ku maafkan dan esoknya kembali biasa. Hem apa banget kan aku tuh, lagi pengin dimanja kali ya. Payah.

16 Januari 2019, Sekarang aku diluar, didepan ruang melati. Aku duduk dikursi panjang, memandang pepohonan ditaman. Hari ini sudah tak hujan namun saat pohon bergoyang airnya berjatuhan. Hijau, syahdu membuat terpaku. Memilih mengambil kertas melanjukan tulisan. Tempat ini cocok untuk para introvert. Nyaman sekali, suasana setelah hujan sungguh sejuk. Aku bahagia. Disini tempat ini menjadi saksi hati yang tersakiti oleh diri. Betapa ia lupa sebagaimana semestinya ia berharap hanya kepada sang pencipta. Lantunan adzan mulai terdengar merdu, waktu ashar tiba. Sore petangpun melaju. Disini ditempat ini seorang wanita terlihat melamun, memikirkan apa yang entah dipikirkan, memikirkan hati yang patut dilindungi.
Benar hari ini aku mengumpulkan sisa batin untuk berani mengeluarkan, menyampaikan agar hati benar benar tenang. Sudah kupikir matang, kata seorang sahabat tak apa terlampau malu dari pada luka semakin mengganggu.

Malamnya aku membuat suatu keputusan yang sudah lama kupikirkan, yang sudah beberapa kali abang tanyakan. Semoga apapun itu adalah yang terbaik untuk kami, biarkan kami saling menjaga diri dan hati tanpa ada niat melebihi. Semoga kedepannya kami sama sama menjadi pribadi yang baik dan semakin baik. Meski tak sedekat dulu, biarkan waktu yang menjawab, biarkan skenario Allah yang berjalan. Bukankah yang menjaga akan dijaga.

MasyaaAllah super sekali ini cerita panjang untuk sebuah kisah klasik yang kutuliskan. Berusaha ngebut karna ditunggu, berusaha menyelesaikan agar hati tak terganggu. Mohon maaf abang, jika ini tak sesuai bayanganmu dan keinginanmu.

Abangku ini orang yang baik dari keluarga yang baik baik, semakin dalam semakin aku minder berada di dekatnya. Bagiku dia sederhana dan apa adanya banget, aku suka semakin lama semakin kenal, kepribadian dia semakin baik. Sudah meninggalkan sistem pacaran, dan akan berhenti mencari kenalan, hihi semoga istiqamah ya. Sebenernya dia sama denganku introvert tapi Alhamdulillah kalo sama aku dia bisa lebih cerewet jadi jatuhnya dia bisa ngemong dan obrolan kami nyambung. Satu yang aku heran, kami beda dua tahun dan dia lebih tua. Kalo dibayangkan dia jadi kakak kelasku mana berani aku akrab sama dia hahahha. Kawan kawan, abangku ini zomblo, sedang dalam pencarian jodoh eh tapi belum nyari masih mau memperbaiki diri dan targetnya tahun depan nih. Ayo para wanita siapa tahu ada yang nyantol wkwkkk. Abangku seperti bujangku suka kucing dan punya kucing. Dimata wanita, lelaki penyayang kucing punya poin plus. Sifat jeleknya dia apa sih ya, ya sama dengan kebanyakan lelaki. Kurang peka. hahaha.
Ada hal yang gak aku suka saat ngobrol sama abang, kalo udah bahas jodoh atau pernikahan dan minta didoain wkwkk oke oke itu terkesan b aja tapi ntah hati terlalu sensi takut menerka nerka hal yang tak semestinya. Selain itu saat bertanya meminta pendapatan eh malah ngeyel seolah protes dan punya pendapat sendiri. Oke, ngapain nanya ke aku berasa sia sia kan aku jawabnya haha. Hal apa sih yang berkesan bareng dia atau selama kenal dia, em apa yah belum ada kayaknya eh paling itu tuh waktu aku super sensi dia langsung peka dan minta maaf berusaha untuk tidak mengulangi lagi dan akan lebih berhati hati dalam bercanda, emang sih terlihat hal sepele tapi gimana ya ko gue tersentuh gitu, trus sama waktu dia nganter helm tantenya ke toko. Meski cuma liat sekilas dan gak ada lima detik itupun cuma liat dari kaca. Ekspresi abang pas dateng punya kesan tersendiri, membekas dihati hahahaha buset apa gue lagi gombal ini. Iya satu satunya ekspresi yang aku suka pas moment itu sih. Dan kusadari yang inipun akan berlalu, "bertemu akan berpisah, hey sampai jumpa di lain hari untuk kita bertemu lagi kurelakan dirimu pergi meskipun ku tak siap untuk merindu" lirik lagu yang mewakilkan hati, bagaimanapun akan terjadi diantara kami. Entah bagaimana nanti ceritanya, entah bagaimana nanti kisahnya meski banyak terkaan sebaiknya jangan mendahului takdir. Sedih? iya, rasanya baru kemaren tapi harus udah siap untuk biasa biasa lagi. Tapi inilah hidup, bukan kah hakikat hidup adalah Seperti halnya pesan yang disampaikan malaikat Jiibril kedada Rasulullah.

  Dari Sahl bin Sa’d berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺃَﺗَﺎﻧِﻲ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﻋِﺶْ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﻴِّﺖٌ، ﻭَﺃَﺣْﺒِﺐْ ﻣَﻦْ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﻔَﺎﺭِﻗُﻪُ، ﻭَﺍﻋْﻤَﻞْ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻣَﺠْﺰِﻱٌّ ﺑِﻪِ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺷَﺮَﻑُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻗِﻴَﺎﻣُﻪُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻭَﻋِﺰُّﻩُ ﺍﺳْﺘِﻐْﻨَﺎﺅُﻩُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ

Jibril mendatangiku lalu berkata:

"Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, (tapi ingat) sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah siapa yang kamu suka, (tapi ingat) sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Berbuatlah sesukamu, (tapi ingat) sesungguhnya engkau akan diberi balasan."

Pada dasarnya segala sesuatu jangan berlebihan, takut terlalu sakit jadinya.

Buat abang makasih banget sudah mampir dalam proses hidupku, banyak mengenalkan hal baru yang belum ku tahu, banyak kebaikan yang kudapat dari abang, mohon maaf jika aku banyak salah dan sering menyebalkan, apalagi saat seolah aku tak menganggapmu ada kala kondangan itu wkkk. Semoga kita tetap menjadi teman baik dan selalu mengikuti dan menerima dengan ikhlas apapun skenario Allah.

Teruntuk abang yang sedang berproses untuk selalu menjadi baik. Semangat dan semoga istiqamah. Bang jangan merokok ya, jangan keseringan makan mie instan, tetap menjadi accismus, oiya aku tahu kamu orang baik yang suka sungkan sama orang tapi semoga kamu juga bisa memikirkan diri sendiri. Berbuat baik boleh tapi jangan sampai menyiksa diri ya. Jaga kesehatan di tanah rantau, jangan sampai sakit kan sedih tuh jauh dari orang orang kesayangan, tetep jaga hati dan jaga diri teruntuk jodohmu di masa depan. Tetap jadi abang yang humble, dan sayang sama adik adikmu, terutama orang tua. Trus apalagi ya, ahahhaa ini ngetik kek seolah lagi ngucapain doa doa saat bertambah umur, atau seolah kek mau berpisah huhuhu semoga jangan dulu. Meski ku tahu abang pun hanya titipan Allah yang mampir dalam hidupku, yang sewaktu waktu kapanpun itu bisa saja akan menjauh.

Bingung apalagi, udah panjang banget. Kisah yang pendek dengan cerita yang panjang. Maaf ya jika tidak berkesan tentangmu ini.
Udah ah udah capek nulis, nyalin, ngetik, mikirin kamu, nginget kenangan wkwkk
semoga ada cerita cerita selanjutnya diantara kisah kisah kita. Bang tetap menjadi baik dan terus baik ya!

Sekian kisah dengan tulisan amburadul dari si ag*s,

Wassalamu'alaikum warakhmatullah wabarakatuh.

Senin, 14 Januari 2019

미안해

Terdengar suatu bisikan,
"Tugasmu sudah selesai Fulannah, mari tinggalkan"

dan hati menyangkal,
"Aku masih ingin menemani
aku masih ingin banyak belajar"

"Sampai kapan? apapun alasanmu.
Apakah kau menanti sampai kau sendiri yang tersakiti?
hatimu bahagia, hatimu senang, pipimu memerah tapi kau berdosa
Ini sesaat, bukankah dunia itu menipu!"

*menangis*
berdoa dan berbisik
"bantu aku tak berdosa, bantu aku merubah semua ini menjadi pahala"

Jumat, 07 Desember 2018

B-sact crew (Kacang yang tak pernah lupa kulit)

Assalamu'alaikum,
Hari ini hari jum'at tanggal 30 November 2018, hari dimana salah satu anggota b-sact melepas masa lajangnya. Dan ini yang pertama dari 36 anggota. Setelah 3tahun lulus guys, hihi Alhamdulillah ya akhirnya ada yang memulai dan semoga cepat menular ke anggota lainnya.

Dan tentu saja ini kebahagian untuk kami keluarga besar b-sact crew, dan merupakan moment reuni kecil kecilan untuk bertemu dan melepas rindu. Uwuwuuwu. Dikarenakan hari ini weekday tentu banyak yang sibuk, ada yang harus kuliah pagi, kuliah sore, harus kerja dan beberapa memang memiliki kepentingan lainnya terlebih banyak pula anggota yang berada diluar kota. Jadi kami datang ke walimah dan temu kangennya dengan anggota seadanya. Ya... kurang lebih sepertiganya lah haha, gapapa inipun jarang banget.

Sebenernya disini ceritaku mau fokus ke kawan kawan lamaku ya.. bukan ke pengantin barunya hihi.
Jadi kami janjian tuh beberapa anggota, jam dan tempat kumpul sebelum kerumah mempelai wanita. Tapi seperti biasa, gak jauh beda dengan kami yang dulu dan faktanya memang waktu Indonesia sangat ngaret, satu jam setelah jam janjian kami semua anggota, baru datang. Telat banget kan. Tapi yaudah deh, syukur syukur juga bisa kumpul.

Cukup lama ternyata gak ketemu mereka, bertahun tahun mungkin wkwkwk. Nyatanya masing masing dari kami punya kesibukan, dan hanya moment seperti inilah baru bisa nyempetin kumpul. Aku pribadi seneng banget dong jumpa sama kawan kawan lamaku ini. Satu persatu kami bersalaman, saling cipika cipiki, berbagi kisah, cerita kesibukan, sharing hal bermanfaat, berangan tentang masa depan dan tak lupa mengingat hal hal lalu yang pernah dilewati bersama.

Ternyata kami tak berubah, ternyata aku kamu dia dan mereka masih sama seperti dulu. Tawa dan usil masing masing anggota menjadi ciri khas yang seolah menegaskan bahwa "aku masih sama, aku tak berubah", kami tetap menjadi sosok menyenangkan dengan tetap menghargai semua kelebihan dan kekurangan. Meski tak jarang, moment seperti inilah aib aib kami dimasa lalu yang sudah terlupakan dan terkubur dalam dalam justru diungkap satu persatu.
"Eh kamu inget gak dulu waktu lagi blabala..
"Hii si A sih mantan siapa ya dulu ...
"Kamu kan yang dulu suka banget sama ...
Dan lain sebagainnya.

Mengapa kusebut aib? karena rasanya semakin bertambah usia kita semakin berusaha berubah lebih baik dengan meninggalkan masa lalu yang buruk. Dimasa ini kita berusaha mengubur dalam dalam, melupakan dan mengikhlaskannya. Hingga pada akhirnya saling bertemu dengan kawan lama semua cerita klasik di masa lalu kembali terungkap, tapi itu tak membuat kami sedih, malu atau marah. Justru kami semua saling tatap dan tertawa renyah. Menertawakan diri sendiri menertawakan masa lalu.

Kembali dengan kami, ya aku kamu dia dan mereka. Anggota b-sact crew yang jarang bertemu. Sekedar saling sapa melalui media sosial, bahkan sebenarnya itu jarang karna sama sama menjadi silent reader. Disini aku pribadi senang melihat akun akun sosial mereka, aku kagum dengan perubahan mereka yang terlihat dipostingan. Perubahan yang semakin baik. Tapi siapa sangka setelah adanya pertemuan langsung yang kulihat hanyalah wajah wajah penghuni kelas akuntansi dengan tawa ramah yang tak pernah berubah, polah polah polos yang masih menggemaskan, kelakuan yang kekanakan, ucapan ringan yang terkadang bikin mengernyitkan dahi dan tentu masih sama sama menghibur.

Jadi, teruntuk kami yang terlihat bijak dipostingan, dewasa dalam berfoto, hits di instagram, perubahan yang semakin cantik, mewah, kawan kawan baru yang tak sama dengan dulu. Aku percaya nantinya saat kembali dengan lingkungan masa lalu pribadi kita masing masing otomatis akan kembali membaur, kembali menjadi diri sendiri. Diri dimana dulu kita berada. Tak pernah lupa darimana mereka berasal, tetap menghargai kelebihan dan kelemahan meski telah terkontaminasi dengan lingkungan masa sekarang. Aku senang menulis memikirkan kalian, aku senang berada diantara kalian, mendengar tawa renyah, teriakan teriakan, kekonyolan, polah polos kalian tanpa mengurangi kewibawaan kalian saat ini. Aku senang, karena ini jarang. Maksudnya, lingkunganku sekarang bukan kalian lagi. Memang yang jarang justru spesial.

Barakallahu fiikum kawan kawan
salam b-sact crew

Dan Barakallahu lakuma wa baraka 'alaikuma wa jama'a bainakuma fii khoir untuk Anggota absen 10 yang menjadi pengawal pelepas masa lajang.

Wassalamu'alaikum warakhmatullah wabarakatuh
                                                 
Tertanda,

Anggota absen 08

Selasa, 30 Oktober 2018

Definisi Perpisahan Termanis

Apakah kau tahu makna dari perpisahan termanis?
bagiku perpisahan termanis terjadi
Saat aku dengan ikhlas melepasmu
melepas tanpa beban
Mengutamakan kebahagian dan keselamatanmu
tak lupa semua alasan karena Allah

Ketika kita lebih terbiasa bercengkrama
dengan topik yang tak pernah habis,
bercanda hingga lupa waktu, dan
Sekedar bertemu untuk mengobati rindu
Kini tak ada lagi,
kita harus lebih mempertebal jarak
bukan sebab aku membencimu
bukan karena kamu membenci diriku
Ini sebuah bentuk kasih, yang entah
berwujud sayang atau bukan
Yang pasti ini ketaatan kepada Sang Pencipta

Hijrahmu, mengajarkan jarak antara kita
jarak yang semestinya ada sejak dulu
faktanya kita memang bukan mahram
sempat, aku terlalu takut kesepian
hingga aku egois
mengabaikan keselamatan dan ketaatan dirimu, diriku
maaf.
Kini sadar itu menjadi nyata

Bangga dan bahagia
melihat perubahan positifmu
tak perlu hitung tahunan
beberapa bulan aku bisa melihatnya
Terimakasih
Ini begitu manis
perpisahan karena Allah
karena kita ingin taat pada perintahNya

Untukmu
tetap jaga hati dan pandangan
Untukmu
bersemangatlah
doaku menyertaimu
istiqamahlah dalam berhijrah
mari bersahabat hingga ke Jannah

**Teringat sebuah jawaban dari suatu pertanyaan.
"Sesuai ilmu, harus saling menjauh meskipun sekedar berbagi pengalaman atau ilmu, karena bagaimanapun juga bukan mahram. Sedang setan itu sangat lembut. Bahkan banyak orang berzina karena teman biasa dan tidak ada komitmen"

Kamis, 21 Desember 2017

Bujangku

Kami bukan unik, terlihat aneh malah. Tapi kami punya cara tersendiri untuk membahagiakan diri. Kami dekat, tapi tak sedekat mereka yang bisa saling sapa, saling tatap dan saling ngobrol. kami hanya dekat karna sebuah ikatan persahabatan. Jarak kami memang tak terbilang jauh, tapi kebiasaan, kesibukkan bahkan kepribadian kami yang berbeda membuat kami seolah jauh. tenang kami tak sejauh itu, tentu kami masih saling sapa dan ngobrol melalui dunia maya yaa meski tak sesering mereka yang sedang pdkt misalnya. Apakabar, selamat pagi, siang, malam, lagi ngapain, sudah makan pakai apa? adalah kata ajaib yang kau gunakan untuk menyapa gebetanmu. Benarkan kurang lebih seperti itu kau menyapa. Wajar wajar saja tapi tidak bagi kami,dalam kamus chatingan kami paling anti menggunakan kata sapaan ajaib itu. Sungguh membosankan.
Kami sepasang sahabat yang sama sama cuek tapi tak munafik jika memang rindu. Aku pernah membaca katanya makan setelah waktu berbuka puasa itu lebih nikmat dibanding makan setelah seharian makan. Layaknya kami, yang memulai obrolan setelah berhari hari saling diam. Mungkin bisa diperkirakan kurang lebih dua minggu sekali kita baru saling sapa (haha sahabat macam apa itu) dan bahkan itu hanya berlaku saat weekend waktu dimana kami benar benar free (hatin). Bagiku itu nikmat eh spesial maksudnya dan kami selalu punya cara untuk benar benar menspesialkan obrolan. (Seperti martabak alaska gratisan). Meski terkadang tak berfaedah kami berusaha untuk saling menghibur.

Ada hari dimana ia muncul setelah sekian lama hilang ditelan tugas kuliah (wkwkwk). Aku tak yakin itu cara dia merindu, yang ku tahu ia hanya sedang free dan kesepian. Miris. Akupun terpilih menjadi tempat sampah dan pelariannya. Ku akui malam itu berbeda, obrolan kala itu lebih berbobot dan terbilang panjang di banding waktu lainnya biasanya dia selalu menyudahi obrolan jika sudah tak penting. Ku ikuti alurnya toh ini jarang bukan duaminggu sekali bahkan mungkin ini duatahun sekali. Yang kudapat malam itu, aku tersadar orang cuek seperti dia yang hanya selalu menjadi silent reader terlihat tidak care dan pura pura tak peka adalah sesungguhnya makhluk yang sangat peduli dan memahami diriku. Disana dia menyuruhku menulis, menulis hal yang siapa tahu bisa di filmkan hahaha bukankah itu ide yang menggelikan. Dia lucu selalu menganggapku pandai selalu bersemangat dan yakin aku akan mendapat gelar cumlaude jika aku wisuda. Astaga dia pasti belum tahu aku berada di urutan keberapa saat di kelas Akuntansi. Aku yakin kalo dia tahu yang sesungguhnya dia akan tertawa mengejek, mengernyitkan dahi, dan menarik ucapannya itu. Hm siapa peduli. Aku yang sulit menyangkal hanya bisa mengAamiini karna bagiku ucapannya adalah sebuah doa. Ada lagi dia juga sangat berlebihan menganggapku baik. Hanya karna secup milkmax oreo misalnya. Terkadang pujian alay nya itu membuatku nyengir tak henti. Makhluk yang malang seolah dia belum bertemu banyak orang baik di dunia ini. Hei nak ... sepertinya kau perlu berkelana cukup jauh. (hihihi)

Kalo aku menulis tentangnya tentu tulisanku akan kosong dia kan manusia yang sulit ditebak. (aku hanya berpura pura sesungguhnya aku sudah tau banyak tentangnya). Dia justru menyuruhku menulis ulang chatingan kami yang tak berfaedah dan kau tahu ya hasilnya beginilah -_-.

Mari ku ajak untuk membaca biografinya. Muhammad Rizal Fawzy. Lahir 10 Maret 1997, aku tahu itu pasti hari senin. Makhluk coeg sekaligus idiot, meski idiot tapi sesungguhnya dia yang paling beruntung bisa kuliah (hahaha aku iri coeg). Tapi dia gak idiot idiot banget sih, kuakui dia cerdas sungguh cerdas tapi dia suka berlebihan dan kepedean yah makanya dia menyebalkan. Dia orangnya humoris, aku selalu tertawa karna ulahnya. Gamer, tapi gak tau sekarang masih apa enggak secara dia seharusnya fokus sama kuliahnya. Suka gratisan ya itu yang paling utama apalagi wifi ya walaupun terkadang dia harus bayar 5000 tapi lebih sering yang gratis kan wkk, trus tuh film dia suka film layaknya aku yang suka novel. Tapi dia licik udah suka gratisan suka yang bajakan lagi hahaha benar benar tak menghargai karya bangsa. Ngobrol sama si coeg udah berasa masuk alur film tau apa apa di hubungin sama film inilah itulah. Dan yang pasti dia itu jomblo, jomblo dari lahir :v (ngakak guling guling) tapi aku salut, kok bisa ya bener bener gak tergoda oleh teman temannya yang kulihat justru punya pacar. Gapapa mblo itu point baik yang lu punya buat dapetin jodoh yang lu idamkan, percayalah cewe mana sih yang gak suka kalo cowo itu belum punya mantan. Hai para cewe dia penyayang kucing juga loh, siapa tahu diantara kalian ada yang tertarik dengannya (wkkkk). Walaupun baru dua tahun kenal tapi udah tau banyak lah tentang dia dan keluarganya. Aku tahu dia tinggal sama siapa aja, aku tahu latar belakang keluarganya (hahhaha ini mah sok tahu). Mamahnya cantik, wkk iyalah kan cewe emm tapi sungguh aku pernah liat fotonya. Ayahnya di luar negri dan aku berteman di medos, ini lucu loh aku tadinya gak tau dan gak kenal tapi ayahnya dia dulu yang menambahkan aku sebagai teman bahkan pernah ngechat nanyain si coeg. Waduh kira kira ayahnya mikir apa ya, jangan jangan ngira aku temannya coeg yang sangaaaaaaat dekat.

Kata dia sebenarnya dia mudah di tebak asal tahu gerak geriknya. Memang benar sih jadi bagaimana aku tahu padahal dia sendiri tipe anak yang susah dan gak pernah cerita. Walaupun dia rame, cerewet dan pecicilan tapi dia anti curhat kayaknya. Aku belum menemukan dia termasuk manusia yang berkepribadian apa, sanguinis dan kolerik ada pada dirinya, dan mungkin hanya dia yang tahu lebih dominan mana. Ciri sanguinisnya dia anak yang bersemangat dalam hidup, selalu ceria, hangat, bersahabat, dan sangat menikmati hidupnya. Orang sanguin menyukai kesenangan dan jarang sekali membiarkan hatinya bersedih lama lama. Tipe orang yang sangat suka bicara, maka dengan mudah dia dapat menularkan semangat kepada orang lain melalui perkataan hahha selain semangat humornya juga sangat menular. Gayanya gaduh, bersuara keras dan ramah membuatnya lebih percaya diri lebih dari yang sebenarnya. (Gimana, aku udah kaya penganalisis kan hm calon calon psikolog misalnya wkwkwk). Kalo ciri koleriknya sih dia memiliki kemauan keras dalam mencapai sesuatu. Pribadi yang aktif, praktis, cekatan, dan mandiri. Tapi dia justru tidak mudah bersimpati kepada orang lain. Bukan orang yang dengan mudah mengekspresikan perasaan kepada orang lain dan cenderung tidak peka terhadap kebutuhan orang lain. Dan semoga pribadi seperti ini memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Sepertinya dia lebih menyukai pekerjaan dengan alat daripada dengan orang lain. Dulu pernah bilang cita citanya jadi kolektor entahlah apa itu cita cita yang sesungguhnya tapi aku doakan apapun itu semoga dapat tercapai.

Sudah jelas dia ekstrovert sangat berbeda dengan diriku. Tapi ko masih bisa nyambung ya hm Wallahualam. Aku dan dia dua manusia yang sangat bertolak belakang pantes aja setiap chatingan kita tuh berantem terus, bully dan sekak menyekak, gak pernah sependapat seolah chatingan itu berusaha mematikan lawan bicara biar menang membawa piala. Aku anaknya baper dia anaknya cuek. Maka dari itu dia ku anggap sangat menyebalkan sudah pasti dia manusia yang tidak peka, apapun keadaannya kurasa dia takkan pernah peka. Aku pun selalu dibuatnya kecewa dan manyun. Entahlah rasanya dia makhluk termenyebalkan didunia ini hahaha untuk saat ini sih ya walaupun kalo aku udah ketemu aku tetep dibikin ketawa tapi entahlah tetap saja dia makhluk terjeleihh. Efek sifat yang berbeda kali ya, kadang aku berharap trus dianya gak peka akhirnya aku kecewa trus sebel deh sama dia wkwkk maka nya berharap tuh sama Allah jangan sama makhluknya.

Ini udah dua lembar loh, aku tau dia tak suka membaca, kan dia sukanya nonton dan aku tak yakin jika ia membaca semua ia akan maksud. Mungkin dia akan tetap sama, tidak care. Hahaha bodo amatlah yang penting aku udah mencoba menulis tentangnya, ini emang bukan cerita ini hanya pemanasan aku menulis. Kalo yang cerita masih dalam proses dan ku harap suatu saat nanti dia bisa membacanya di bloggerku.  Hm sebagai penutup aku mau kasih saran aja deh. Berkenan tidak berkenan aku hanya mengingatkan. Coeg, ku harap kau akan tetap dan selalu menjadi accismus aku tahu mungkin itu terasa asing dilingkunganmu tapi yang harus kau ketahui ketika kau berhenti menjadi accismus dan mulai terbuka akan ada hati yang tersakiti. Gapapa mblo kalo kamu masih jomblo, lu kagak sendiri ko aku dan jomblo yang lainnya akan menemani, yang penting inget aja jadi jomblo tuh gak hina hina banget (hina aja). Justru itu menghindari zina kan dalam agama kita juga melarang untuk pacaran. Jika lelaki menyukai wanita yang menutup aurat maka wanita juga menyukai lelaki yang menundukan pandangan. Lelaki yang baik akan bertemu dengan wanita yang baik begitupun sebaliknya. Jadi kamu taukan apa yang seharusnya kamu lakukan. Oiya sebenernya aku tuh penasaran alasannya apa sih yang ngebuat kamu bener bener ngejaga untuk tidak pacaran? Aku ingin menanyakannya langsung tapi aku tahu kau bukan tipe yang suka bercerita. Baiklah biar aku pikir sendiri jawabannya. Biar ku tanyakan pada rumput yang bergoyang, meski aku sudah bertanya tapi si rumput hanya diam tak menjawab malah bergoyang goyang saja. Belajar ya untuk tidak salting sama cewe soalnya aku suka ngakak kalo liat kamu mati kutu depan cewe hahahaha. Aku tuh sebagai sahabat kadang pengin dengerin cerita curhatan trus ngasih pendapat atau sekadar ngajarin gimana perbedaan kepribadian cewe dan cowo jadikan bisa saling belajar gitu. Aku tau walaupun kamu jomblo tapi tetep kan ada nama wanita di hatimu. Hiks aku patah hati bagaimanapun aku harus rela menerima kenyataan bahwa bujangku akan menjadi milik orang lain. Ah wanita itu pasti beruntung sekali. Aku tahu kamu itu pemaham yang baik meski sering salah paham juga. Tapi terimakasih karna pernah memahamiku walaupun secuil. Oiya kamu pernah benar benar membuat dirimu berkesan oleh karya amburadul mu, yaa stop motion itu, andai kau melihat ekspresiku saat pertama melihat mungkin kau akan bangga dengan karyamu sendiri. Dan akupun selalu terkesan saat melihat mu memakai kaos bergambar kamera itu sungguh ada kebahagian sendiri di hatiku. Okeee... selesai lelah sekali berkali kali membuka word dan memikirkan dirimu berhari hari itu menyakitkan coeg, karna ku tahu kau disana tak memikirkan aku hiks.

Menulis itu tak mudah, butuh banyak inspirasi banyak ngalamun banyak ke kamar mandi nyari ide hahhaa. Apalagi aku yang pelupa, baru ambil pulpen sama kertas ilang deh ingatan itu. Jadi maaf sekali jika tulisanku tak sesuai harapan dan sangat jauh dari kata bagus dan sempurna. Terimakasih sudah mau menjadi bahan tulisanku semoga aku semakin bersemangat untuk menulis.






Jumat, 19 Desember 2014

Cinta Versi Akuntansi

VERSI AKUNTANSI

aku akan mengkredit cintaku padamu,
bila kamu mendebit cintamu untuk ku,,
ku akan mencatat transaksi asmara kita dalam sebuah jurnal dan memposting ke neraca hatiku,
aku akan menyesuaikan sebuah account cintaku berdasarkan double entry,
dengan ini kamu akan tau balance kredit/debit serta cintaku padamu,
kemesraan cinta kita tercatat dalam worksheet kadang perlu kita lakukan adjusting entries untuk menjaga cinta kita tetap kokoh.
trial  balance memperjelas bahasa kita serius satu sama lain,
sebab total dari cinta kita ternyata satu dan sama maka kita lakukan closing entries,
kita sama" berjanji untuk tidak melakukan prive dan with drawing tanpa persetujuan masing" pihak
kita juga akan selalu saving seluruh modal,
semua itu ku lakukan karna kamu adalah aktiva ku ...

** Accounting two